← Blog
Artikel

Cek Ketersediaan Merek Dagang via API: Otomasi untuk Konsultan HAKI dan Legaltech

Stop cek merek satu per satu di PDKI. Otomasikan screening ketersediaan merek dan monitoring jurnal publikasi via API untuk semua klien Anda sekaligus.

Seorang konsultan HAKI yang kami kenal punya rutinitas setiap pagi: membuka PDKI, mencari nama-nama kandidat merek klien satu per satu, mencatat hasilnya ke spreadsheet, lalu merangkum jadi laporan. Lima klien, dua puluh nama kandidat, satu setengah jam kerja manual yang berulang setiap minggu.

Kalau Anda praktisi hukum yang membaca ini, pola itu terasa familiar. Masalahnya bukan data-nya (data resmi DJKI terbuka untuk publik di PDKI), tapi cara aksesnya: portal itu dirancang untuk pencarian satu per satu oleh manusia, bukan untuk screening massal oleh tim.

API Merek dari API Indonesia mengubah cara kerja ini: pencarian ketersediaan merek jadi satu GET request, dan monitoring jurnal publikasi jadi script kecil yang jalan tiap hari.

Screening Kandidat Merek Secara Massal

Klien datang dengan sepuluh kandidat nama untuk produk baru. Cara lama: buka PDKI sepuluh kali. Cara baru:

import requests

API_KEY = "YOUR_API_KEY"
kandidat = ["Nusamaju", "Kopi Rakyat", "Batik Digital", "Sambal Nusantara"]

for nama in kandidat:
    r = requests.get(
        "https://use.apiindonesia.id/api/v1/merek/search",
        params={"q": nama, "limit": 5},
        headers={"x-api-key": API_KEY},
    )
    hasil = r.json()
    total = hasil["pagination"]["total"]
    if total == 0:
        print(f"{nama}: TIDAK ditemukan, relatif aman untuk lanjut")
    else:
        print(f"{nama}: {total} merek serupa sudah terdaftar:")
        for m in hasil["data"][:3]:
            print(f"  - {m['mark_name']} (kelas {m['class']}, {m['owner']})")

Sepuluh kandidat, sepuluh request, beberapa detik. Yang tadinya setengah jam sekarang jadi pekerjaan yang bisa didelegasikan ke intern, atau lebih tepatnya: tidak perlu didelegasikan ke siapa-siapa.

Perhatikan Kelas Nice

Pencarian ketersediaan merek yang benar selalu memperhatikan kelas barang/jasa. Nama yang sama bisa terdaftar oleh pihak berbeda di kelas yang berbeda. API ini mendukung filter kelas:

curl "https://use.apiindonesia.id/api/v1/merek/search?q=kopi+rakyat&class=30" \
  -H "x-api-key: YOUR_API_KEY"

Kelas 30 adalah kelas kopi dan produk pertanian olahan. Dengan filter ini, hasil yang muncul hanya yang relevan dengan industri klien Anda, bukan 50 merek tak terkait dari kelas lain.

Monitoring Jurnal: Bagian yang Sering Terlewat

Banyak konsultan lupa bahwa pendaftaran merek punya fase publikasi. Setiap permohonan baru dipublikasikan di berita resmi selama dua bulan, dan di periode inilah pihak yang merasa dirugikan bisa mengajukan oposisi. Setelah lewat, merek terdaftar dan menghapusnya jauh lebih sulit.

Masalahnya: jurnal terbit berkali-kali sebulan dan berisi ribuan nama. Tidak ada praktisi yang membaca semuanya.

Dengan API ini, monitoring jurnal jadi otomatis:

# Jalankan tiap hari via cron
import requests

API_KEY = "YOUR_API_KEY"
brands_klien = ["Nusamaju", "Kopi Rakyat"]  # brand yang dilindungi

for brand in brands_klien:
    r = requests.get(
        "https://use.apiindonesia.id/api/v1/merek/journal",
        params={"q": brand},
        headers={"x-api-key": API_KEY},
    )
    hasil = r.json()
    if hasil["pagination"]["total"] > 0:
        for item in hasil["data"]:
            print(f"PERINGATAN: '{item['mark_name']}' "
                  f"diajukan oleh {item['applicant_name']}, "
                  f"oposisi sampai {item['journal_end_date']}")
        # kirim notifikasi ke tim/klien di sini

Script ini, sekali dipasang, memberi Anda keunggulan yang jarang dimiliki kompetitor: tahu permohonan merek baru yang bentrok dengan brand klien sejak hari pertama publikasinya, dengan sisa masa oposisi lengkap.

Untuk Tim Legal Internal Perusahaan

Pola yang sama berlaku untuk tim legal korporat yang mengelola portofolio brand sendiri: screening kandidat nama produk baru, monitoring jurnal atas semua brand utama perusahaan, dan audit berkala apakah ada pendaftaran baru yang mengarah ke nama serupa. Semua ini jadi kueri API, bukan pekerjaan manual bulanan.

Cara Mulai

  1. Daftar di apiindonesia.id, ambil API key.
  2. Test dengan nama-nama klien yang hasil pencariannya sudah Anda ketahui dari PDKI, bandingkan hasilnya.
  3. Kalau puas, pasang monitoring jurnal untuk semua brand yang Anda kelola.

Halaman produk Merek memuat dokumentasi endpoint lengkap.

FAQ

Apakah hasil pencarian API ini dijamin akurat 100 persen? Data bersumber langsung dari portal resmi DJKI dan diperbarui harian, jadi akurasinya mengikuti sumber resmi. Untuk keputusan hukum seperti pengajuan oposisi, tetap lakukan verifikasi langsung sebelum mengambil tindakan.

Bagaimana dengan persamaan merek yang tidak persis sama kata? API ini mencari berdasarkan keyword, jadi pemicu pertama Anda untuk nama serupa adalah hasil pencarian yang relevan. Analisis persamaan secara hukum (wujud, pengucapan, makna) tetap pekerjaan konsultan KI, API ini memastikan tidak ada pendaftaran baru yang lolos dari radar Anda.

Apakah klien akan tahu bahwa mereka dimonitor? Tidak. Pencarian dan monitoring jurnal bersifat pasif, Anda hanya membaca data publikasi resmi. Tidak ada aktivitas apa pun terhadap pihak yang dipantau.

Berapa biayanya untuk mulai? Ada tier gratis untuk development dan testing. Untuk volume monitoring produksi, pilih paket berlangganan di halaman pricing sesuai jumlah brand dan frekuensi pengecekan.

Disclaimer

Data bersumber dari portal resmi DJKI dan diperbarui harian. Hasil pencarian API adalah alat bantu screening awal, bukan pengganti analisis hukum. Keputusan oposisi, keberatan, atau pengajuan permohonan tetap memerlukan penelaahan oleh konsultan KI.

Mulai Sekarang

Mulai Integrasi
Hari Ini

Daftar gratis, ambil API key, dan langsung call endpoint pertama Anda — tanpa kartu kredit, tanpa proses approval yang ribet.

Visualisasi gelombang titik