API DJKI Merek: Integrasi Data Kekayaan Intelektual untuk Marketplace dan Brand Protection
Screening nama toko dan produk otomatis terhadap 900 ribu merek terdaftar DJKI. Brand protection untuk marketplace, FMCG, dan tim CI, via satu API key.
Setiap hari, ratusan toko baru mendaftar di marketplace Indonesia. Sebagian dari mereka sengaja memakai nama yang menyerupai brand besar: toko "Adidas Warehouse" yang bukan reseller, produk "Aqua Minum" yang bukan merknya. Tim brand protection yang bekerja manual tidak akan pernah kejar semua ini. Yang mereka butuhkan bukan lebih banyak staf, tapi data yang bisa dipanggil oleh sistem.
API Merek dari API Indonesia membuka database DJKI (lebih dari 900 ribu merek terdaftar, update harian) sebagai REST API biasa, sehingga screening brand bisa jadi bagian dari alur kerja aplikasi Anda, bukan laporan bulanan yang selalu terlambat.
Use Case 1: Screening Nama Toko Saat Onboarding
Marketplace yang serius soal brand protection memasang gerbang di depan: sebelum nama toko disetujui, cek dulu apakah nama itu identik atau mirip dengan merek terdaftar di kelas relevan.
async function screenNamaToko(namaToko, kelasBisnis) {
const r = await fetch(
`https://use.apiindonesia.id/api/v1/merek/search?q=${encodeURIComponent(namaToko)}&class=${kelasBisnis}`,
{ headers: { "x-api-key": process.env.API_KEY } }
);
const hasil = await r.json();
if (hasil.pagination.total === 0) return { aman: true };
const exact = hasil.data.find(
m => m.mark_name.toUpperCase() === namaToko.toUpperCase()
);
return {
aman: false,
risiko: exact ? "IDENTIK dengan merek terdaftar" : `${hasil.pagination.total} merek serupa`,
contoh: hasil.data.slice(0, 3).map(m => `${m.mark_name} (${m.owner})`),
};
}
Hasil screening jadi sinyal risiko di dashboard moderasi: nama yang identik dengan merek terdaftar di kelas yang sama otomatis masuk antrean review manual, sisanya lolos normal. Trafik screening massal pun hemat: satu request per pendaftaran.
Use Case 2: Brand Team Monitor Kompetitor
Tim brand atau competitive intelligence FMCG punya dua kebutuhan berlawanan arah: melindungi brand sendiri dan mengawasi gerakan kompetitor. API ini melayani keduanya:
Lindungi brand sendiri. Pantau jurnal publikasi DJKI untuk permohonan merek baru yang mengandung nama brand Anda. Begitu kompetitor (atau pembajak merek) mengajukan "XTRA Brand Anda + varian lain", sistem Anda tahu dalam 24 jam, lengkap dengan tanggal akhir masa oposisi untuk pengajuan keberatan.
Petakan gerakan kompetitor. Cari semua merek terdaftar milik kompetitor di kelas industri Anda:
curl "https://use.apiindonesia.id/api/v1/merek/search?q=PT+Indofood&in=owner&limit=100" \
-H "x-api-key: YOUR_API_KEY"
Parameter in=owner mengarahkan pencarian ke kolom pemilik, sehingga Anda mendapat seluruh portofolio merek perusahaan tersebut, bukan hanya yang namanya mengandung kata kunci. Berguna untuk analisis ekspansi kelas, arah produk baru, dan pemetaan lanskap kompetisi.
Use Case 3: Due Diligence dan Vendor Onboarding
Procurement dan fintech punya kebutuhan serupa: sebelum vendor atau merchant besar di-onboard, nama bisnisnya dicek silang dengan database merek. Nama perusahaan yang sama dengan merek pihak ketiga bukan selalu masalah (bisa jadi mereka pemiliknya), tapi ini data yang harus muncul di due diligence, bukan ditemukan enam bulan kemudian saat surat peringatan datang.
Integrasi ke backend seminimal ini:
def cek_nama_bisnis(nama):
r = requests.get(
"https://use.apiindonesia.id/api/v1/merek/search",
params={"q": nama, "in": "owner", "limit": 10},
headers={"x-api-key": os.environ["API_KEY"]},
timeout=10,
)
return r.json()["pagination"]["total"]
Kenapa Bukan Scraping Sendiri
Beberapa tim engineering yang jago memang bisa membangun scraper PDKI sendiri. Pertimbangan realistisnya tiga: portal resmi dilindungi mekanisme anti-bot yang berubah-ubah, struktur halamannya bisa berubah tanpa pengumuman, dan tim Anda harus merawat semuanya jalan terus. API ini memindahkan seluruh beban itu ke kami, dengan kontrak response JSON yang stabil dan dokumentasi yang bisa dibaca tanpa reverse engineering.
Cara Mulai
- Ambil API key gratis di apiindonesia.id.
- Jalankan screening percobaan dengan nama brand Anda sendiri, lihat hasilnya.
- Integrasi ke alur onboarding atau monitoring sesuai kebutuhan.
Dokumentasi endpoint lengkap ada di halaman produk Merek. Untuk industri lain, semua API kami mencakup wilayah, sekolah, BPOM, halal, dan banyak lagi.
FAQ
Apakah data ini resmi dari DJKI? Ya, bersumber dari portal resmi DJKI (lebih dari 900 ribu merek terdaftar plus jurnal publikasi), diperbarui setiap hari. Kami menyajikan ulang dalam format API yang stabil, dan setiap penggunaan aplikatif tetap mengikuti ketentuan data dari sumber resmi.
Bisakah screening otomatis menggantikan tim brand protection? Tidak, dan memang tidak seharusnya. API ini melakukan triase: dari ratusan pendaftaran toko baru per hari, sistem Anda otomatis menandai yang berisiko untuk direview manusia. Keputusan takedown, peringatan, atau tindakan hukum tetap di tangan tim Anda.
Kelas Nice mana yang harus dipakai untuk screening? Sesuai kelas industri Anda, misalnya kelas 35 untuk jasa retail dan penjualan, 9 untuk software, 30 untuk makanan olahan. Satu nama bisa dicek ke beberapa kelas sekaligus dengan beberapa request, karena kelas menentukan lingkup perlindungan merek.
Apakah ada batas rate limit? Ada, sesuai paket berlangganan. Tier gratis cukup untuk development dan testing, paket berbayar naik hingga ratusan ribu request per bulan untuk kebutuhan marketplace skala besar.
Disclaimer
Data bersumber dari portal resmi DJKI, diperbarui harian, akurasi mengikuti sumber. Screening otomatis adalah alat bantu triase awal; keputusan penegakan merek dan tindakan hukum tetap memerlukan analisis konsultan KI.
