← Blog
Artikel

API Berita Indonesia: Strategi Agregasi Berita Otomatis untuk Dashboard

Butuh API berita Indonesia untuk dashboard atau content app? Ini peta opsi RSS/API media nasional plus data API Indonesia yang bisa jadi konten berita otomatis seperti gempa terkini.

Developer yang bikin dashboard berita atau aplikasi agregasi konten hampir selalu menanyakan hal yang sama: ada tidak API berita Indonesia yang resmi? Jawaban jujurnya: media arus utama Indonesia (Detik, Kompas, CNBC Indonesia) menyediakan RSS feed publik, bukan REST API berbayar. Kabar baiknya, RSS itu cukup untuk agregasi, dan ada celah menarik: data pemerintah real-time seperti gempa BMKG justru lebih cepat lewat API daripada menunggu artikel beritanya.

Strategi yang terbukti kerja: gabungkan RSS media untuk artikel + API data publik untuk konten breaking yang update per menit.

Sumber Artikel: RSS Feed Media Nasional

Kebanyakan media besar Indonesia masih menyediakan RSS gratis, format XML standar:

import feedparser

feeds = {
    "detik": "https://feed.detik.com/detikupdate/index.php",
    "cnbc": "https://www.cnbcindonesia.com/market/rss",
}

for nama, url in feeds.items():
    d = feedparser.parse(url)
    for entry in d.entries[:5]:
        print(nama, "|", entry.title, "|", entry.link)

Catatan penting soal legalitas: RSS itu untuk konsumsi dan agregasi headline. Kalau kamu menampilkan full artikel, kamu butuh izin dari masing-masing media. Simpan judul, link, dan ringkasan singkat saja, lalu arahkan pembaca ke sumber asli.

Sumber Data Real-time: API Indonesia

Di sinilah dashboard kamu bisa unggul dari aggregator biasa. Media berita menulis artikel gempa 10 sampai 30 menit setelah kejadian. API kamu bisa menampilkan data mentahnya dalam hitungan menit.

Ambil gempa terkini BMKG untuk widget breaking news:

curl "https://use.apiindonesia.id/api/v1/gempa/terkini" \
  -H "x-api-key: aip_live_xxx"
const API_KEY = process.env.API_INDONESIA_KEY;

async function getBreakingGempa() {
  const r = await fetch("https://use.apiindonesia.id/api/v1/gempa/terkini", {
    headers: { "x-api-key": API_KEY },
  });
  const j = await r.json();
  return j.data;
}

// Poll tiap 5 menit, tampilkan banner kalau magnitudo >= 5.0
setInterval(async () => {
  const gempa = await getBreakingGempa();
  if (gempa && parseFloat(gempa.magnitude) >= 5.0) {
    showBreakingBanner(`Gempa M${gempa.magnitude} di ${gempa.wilayah}`);
  }
}, 5 * 60 * 1000);

Data lain yang layak masuk dashboard berita:

  • API Cuaca BMKG untuk prakiraan per kota, cocok untuk rubrik cuaca otomatis.
  • API Hari Libur untuk rubrik "libur berikutnya" tanpa update manual.
  • API Kurs BI untuk ticker nilai tukar di dashboard finansial.

Arsitektur Agregasi yang Simpel

  1. Cron job tiap 15 menit: tarik semua RSS feed, dedupe by URL, simpan ke DB.
  2. Cron job tiap 5 menit: tarik gempa terkini dan peringatan dini dari API, masukkan ke tabel breaking.
  3. Frontend polling atau WebSocket untuk render headline + banner breaking.
  4. Atribusi selalu tampil: nama media untuk artikel, "Sumber: BMKG" untuk data gempa.

FAQ

Ada API berita resmi dari pemerintah? Tidak ada satu API berita nasional. Sekolah, cuaca, gempa, dan data pemerintah lain ada API-nya, berita media tetap via RSS atau kemitraan langsung.

RSS-nya bisa mati kapan saja? Bisa. Media besar jarang mematikan RSS tapi kadang ubah URL-nya. Pantau health check per feed dan beri fallback.

Boleh tampilkan full artikel dari RSS? Tidak tanpa izin. Headline plus ringkasan satu dua kalimat dengan link ke sumber adalah praktik yang aman.

Mulai Sekarang

Mulai Integrasi
Hari Ini

Daftar gratis, ambil API key, dan langsung call endpoint pertama Anda — tanpa kartu kredit, tanpa proses approval yang ribet.

Visualisasi gelombang titik